Review Anime: Mikakunin de Shinkoukei (Tunangan Beda Spesies)

Animers – Selamat malam untuk semua sahabat Animers. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan review kepada anime yang bisa dibilang menjadi salah satu favorit saya yakni, Mikakunin de Shinkoukei.

Bagi kalian yang tidak tau, Mikakunin menghadirkan cerita tentang pertunangan yang beda spesies. Tentu saja banyak konflik yang mereka hadirkan di anime yang bisa menguras emosi.

Namun tetap saja, pembawaan ceritanya terkesan santai dan dapat dinikmati dengan tenang. Kalian juga akan mudah untuk mengerti jalan cerita yang coba mereka hadirkan di anime tersebut.

Biar kalian tidak pensaran, yuk simak review berikut ini. Jadi tanpa lama-lama mari kita mulai reviewnya.


Detail Anime:

Judul Anime

Judul Mikakunin de Shinkoukei
Jepang 未確認で進行形
Inggris Engaged to the Unidentified

Detail

Tipe TV
Status Selesai Tayang
Musim Perdana Winter 2014
Tayang 09 Jan 2014 – 27 Mar 2014
Total Episode 12
Durasi 23 menit
Rating Remaja
Genre Slice of Life, School, Comedy, Romance
Studio Doga Kobo
Lisensi Sentai Filmworks
Produser Sotsu, DAX Production, TOHO animation, RAY, Ichijinsha
Website
Skor 8

Sinopsis:

Tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-16, seorang pemuda bernama Mitsumine Hakuya dan adiknya, Mashiro, mendadak datang dan tinggal bersama di rumah Yonomori Kobeni.

Dan yang lebih mengejutkan lagi, Hakuya ternyata adalah tunangan Kobeni yang telah dipilih oleh mendiang kakeknya sebelum wafat

Meski tidak punya alasan khusus untuk menolak, Kobeni merasa keberatan karena semua hal penting menyangkut dirinya seolah ditetapkan tanpa melalui persetujuannya, namun setelah perlahan mengenal Hakuya dan dia teringat kembali pada suatu kejadian di masa lalunya.


PV


Jalan Cerita:

Meski jumlah anime bergenre komedi romantis sangat banyak, sulit menemukan ada yang mampu menjaga keseimbangan kedua sisinya dengan baik.

Apakah sisi komedinya ditampilkan begitu intens sehingga bagian romantis seperti berfungsi hanya sebagai bumbu moe, ataukah justru sisi romantisnya disajikan begitu dramatis sehingga bagian komedi seperti berperan hanya sebagai hiburan tambahan.

Bukan maksudnya bahwa kedua komposisi tersebut tidak cukup bagus, hanya saja tampaknya anime ini akhirnya berhasil menemukan formula yang paling seimbang.

Komedinya diatur dengan pandai agar dapat muncul dari hal-hal yang sederhana dan mendasar, semisal visual yang menggambarkan emosi Hakuya atau hubungan antara Mashiro dan Benio.

Sehingga nuansa jenaka mampu terus bertahan di sepanjang durasi anime ini. Pada saat yang sama, dengan menggambarkan bahwa Hakuya berasal dari keluarga yang memiliki aturan ketat dan sudah hampir punah, baik pertunangannya maupun prospek pernikahannya dengan Kobeni secara otomatis menjadi lebih realistis.

Hal ini selanjutnya menyebabkan nuansa romantis yang nyata dan serius senantiasa mengisi setiap saat dari anime ini, karena Hakuya dan Kobeni selalu terasa bagai sedang melangkah menuju suatu momen penting.

Sekali lagi, tidak harus berarti bahwa anime ini secara khusus lebih istimewa dibandingkan anime lain, tetapi entah mengapa setelah menontonnya, genre komedi romantis terasa seolah-olah semakin mendekati bentuk sempurna.


Karakter:

Kombinasi tokoh-tokoh di anime ini telah dipetakan dengan cermat. Hampir semua karakter memiliki lebih dari satu dimensi, yang kemudian seketika menciptakan beberapa hubungan sekaligus.

Contoh yang paling jelas, kekaguman Suetsugi Konoha pada Benio menjadikannya bermusuhan dengan Mashiro yang justru tidak menyukai Benio, dan karena mereka ‘sejenis’, dia punya alasan kuat untuk menginginkan Hakuya menjadi suaminya.

Maka secara tidak langsung dia menjadi saingan Kobeni, adik dari Benio yang dia kagumi, lalu sebab dia juga menyimpan rahasia yang sama seperti Mashiro dan Hakuya, pertemanan Konoha dengan Oono yang berusaha mengungkap rahasia tersebut menempatkannya di posisi yang rumit.

Lebih hebatnya lagi, setiap hubungan terasa tercipta dengan alami, tidak ada yang seolah dipaksakan muncul untuk sekadar menambah kompleksitas, yang pada akhirnya hanya membuat penonton bingung.

Hal ini menunjukkan bahwa memang ada perencanaan matang yang dilakukan di balik setiap tokoh anime ini. Mereka tidak akan dimasukkan ke dalam cerita sebelum terlebih dahulu dipastikan bahwa mereka mampu menjaga kombinasi yang ada senantiasa indah.


Art:

Sebagaimana yang sempat disebutkan di atas, anime ini pandai dalam memanfaatkan visual untuk secara efektif menyampaikan komedinya.

Bunga-bunga di sekeliling Hakuya sebagai ungkapan perasaan bahagia di balik ekspresti wajahnya yang datar mampu mengundang tawa setiap kali tanpa memerlukan penjelasan seperti apapun.

Dan meski bukan yang paling mendetil, anime ini tetap memberikan perhatian yang cukup banyak pada pergerakan para tokohnya sehingga mereka selalu tampak begitu alami.

Lalu, dilengkapi oleh pewarnaan yang unik dan voice-acting yang berhasil mengutarakan karakter para tokohnya dengan baik, audio visual di anime ini benar-benar memuaskan.


Musik:

Secara singkat sih anime ini menghadirkan musik yang begitu oke banget. Kesesuaian backround dan jalan ceritanya begitu tercermin pada OST mereka. Tentu saja hal itu menjadi nilai tambah dari anime ini.


Nah sahabat Animers itulah review untuk anime Mikakunin. Akhir kata sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya.

11.3

Ada yang jelas berbeda dengan anime ini. Tidak hanya dari visualnya yang tampak sederhana namun masih sangat memuaskan, ataupun dari kombinasi para tokohnya yang multi dimensi namun tetap indah, tetapi juga dari bagaimana caranya menyajikan komedi romantis dengan begitu seimbang. Dia bukan sekadar kisah romantis dengan bumbu komedi, atau komedi dengan latar belakang kisah romantis. Dia benar-benar merupakan sebuah penyatuan antara komedi dan romance -- suatu hal yang langka, dan mungkin akan terus seperti itu untuk entah berapa lama. Oleh karena itu, sebaiknya anda tidak melewatkan anime ini. Nilai 9 dari 10 (Recommended!)

  • Jalan Cerita 9
  • Karakter 9
  • Art 9
  • Musik 18
Comments

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More