Review Game JRPG – Tales of Berseria

224

Yah, kita ketemu lagi, hari ini saya akan membahas tentang, Review Game JRPG – Tales of Berseria. Game apakah ini? Yuk disimak.

Pertama, aku bukanlah penggemar seri Tales dan seri Tales pertamaku ya Tales of Berseria. Tapi, walaupun ini game pertamaku di seri ini, sudah cukup membuatku suka.

Memperbaiki kesalahan kemarin, saya akan memperbaiki agar terlihat lebih rapih review-nya. Owh iya, saya juga masih tidak mau membahas tentang cerita dan karakternya secara kompleks.

Kalau begitu, langsung saja ini dia Review Game JRPG – Tales of Berseria


Trailer


Review Penulis

Mari kita bahas pembuka dulu, hal yang akan saya review di sini adalah, cerita, musik, karakter, grafik, dan gameplay.

Ayo kita mulai dari ceritanya~


Story

Pada pembukaan pertama kita akan diperlihatkan tentang seorang gadis bernama Velvet Crowe, yang hanyalah seorang gadis desa biasa yang ingin menjadi exorcist.

Kakak tiri bernama Arthur adalah seorang exorcist BTW, Velvet mempunyai adik yang dipanggil olehnya Phi.

Semua berjalan normal sampai datanglah sesosok monster yang disebut Daemon atau Gouma.

Di sana Velvet berlari-lari mencari adiknya Phi melewati musuh yang tidak bisa dia lawan yaitu Gouma yang hanya bisa dikalahkan oleh exorcist.

Setelah itu, dia melihat kakak tirinya Arthur dan adiknya Phi yang dibunuh oleh Arthur dan dibuang ke dalam jurang (?) yang entah kenapa munculah cahaya sesaat itu terjadi.

Ngomong-ngomong Velvet juga ikut masuk.

Dan setelah itu, Velvet berubah menjadi Gouma, lebih spesifiknya tangannya yang berubah yang nantinya bisa menyerap apa pun termasuk Gouma.

Dan kisah Velvet tentang balas dendam pun dimulai.

Oke sudah itu saja prolognya, setelah itu cerita berlanjut dengan mengumpulkan nakama yang berbeda tujuan tetapi satu tempat.

Cerita dimulai biasa-biasa saja, setiap desa atau kota yang didatangi Velvet selalu kacau.

Semuanya masih belum jelas, masih belum mengisi plot apa pun.

Namun, setelah kita setidaknya setengahnya menyelesaikan main story, beberapa plot mulai terisi.

Tapi sayangnya plot-plot yang penting dipaksain masuk di hampir akhir plot.

Seperti siapa Arthur yang adalah Artorius, kakaknya Velvet atau istrinya Artorius, anaknya yang telah mati. Cerita tentang Phi, dan kenapa Phi dibunuh.

Tentuyna itu menimbulkan banyak plot hole, tetapi untuk pemain yang hanya mementingkan perkembangan cerita dan tidak melihat spesifiknya sudah cukup baik bisa kubilang.

Aku menikmati ceritanya, apa lagi beberapa cutscene menampilkan anime cutscene, padahal biasanya berupa CG atau 3D.

Kesimpulan di ceritanya adalah, masih banyak plot hole, namun sudah cukup baik perkembangan ceritanya sehingga tidak terlalu menganggu pemain yang hanya menikmati perkembangan ceritanya.


OST / BGM

Untuk musik sendiri, jujur aku nggak terlalu tahu karena nggak denger soundtrack-nya. Dan hanya denger opening dan ending saja.

Dan lagunya sudah bagus buat opening dan ending.

Owh buat beberapa BGM, ada yang aku ingat, dan itu benar-benar enak didengar. Aku nggak tahu bagaimana detilnya karena sudah lama aku menamatkan game ini.


Character

Velvet Crowe, adalah inti dari game ini ya jelas karena ia adalah protagonis di seri Berseria.

Velvet terkadang sifatnya keren, balas dendam, nggak naif dll. Tapi ada satu hal yang menganggu, terkadang emosinya labil kalau berhubungan tentang adiknya Phi.

Dan itu membuat si Velvet ngeselin terkadang, namun setelah di akhir arc, ia mulai berubah dan sudah memutuskan tujuannya dan nggak labil lagi berbicara soal Phi.

Aku tidak mau mengatakan spoiler keras bagi yang belum main, jadi maafkan aku.

Lalu ada beberapa teman atau nakama yang mempunyai peran penting di cerita.

Seperti si pendekar pedang yang ingin mengalahkan kakaknya yang juga bawahan Artorius.

Bajak laut yang ingin menyelamatkan kaptennya yang juga sepertinya penculiknya bawahan Artorius.

Penyihir / Exorcist yang karena hanya menyukai perjalanan bersama Velvet (terkadang sifatnya patut dicurigai karena kaya pengkhianat) tapi apakah ia pengkhianat? Siapa tahu.

Exorcist yang mempunyai tujuan sendiri ikut dengan Velvet, dan ia juga menjadi peran penting tentang Phi. Dan ia adalah murid Artorius juga sama seperti Velvet.

Dan seorang anak kecil tipe otouto yang mengingatkan Velvet pada adiknya, dan dia juga dipanggil Phi oleh Velvet. Dasar nggak bisa move on.

Bersyukur di sini semua karakter hampir bisa dimainkan, dan mempunyai peran sendiri dalam cerita dan bukan hanya ikut-ikutan saja.

Ada banyak trivia yang menarik tiap karakter, dan itu juga menambah kesegaran cerita.

 


Graphic

Kautahu, apa yang membuatku menyukai seri Tales saat itu juga adalah karena tema fantasy-nya yang kental dan tempat-tempatnya yang kental dengan fantasi.

Ya ampun, aku yang biasanya memainkan JRPG yang berupa permainan dengan tempat-tempat tertutup dan bukanlah open world sangat terharu saat nemu game ini dulu.

Semua tempat divisualisasikan dengan baik, dan untuk beberapa tempat ada yang paling aku suka, di gunung, lembah, dan pulau-pulau yang kental banget sama fantasi.

Apa lagi saat kita dikasih hoverboard, rasanya makin mudah aja menikmati petualangan fantasi ini.

Owh dan tentunya BGM bakal menemani kalian, dan tiap tempat beda juga BGM-nya.

Juga, momon-momon yang mendiami tempat itu pun menambah kesan fantasinya. Tapi sayangnya nggak semua tempat beda momonnnya, terkadang kita bakal menemui momon yang sama.

Tapi tentunya dengan texture dan skin yang beda, dan level yang beda juga, jadi tenang saja.


Gameplay

Seperti yang kubilang di atas, aku belum pernah memainkan Tales series sebelumnya, jadi aku tidak tahu bagaimana cara memainkannya di seri sebelumnya.

Dan untuk yang sekarang, untukku yang biasanya memainkan JRPG dengan battle system Turn-Based RPG. Agak membuatku terkejut.

Karena ini adalah game bertipe full action / combo dan fast-faced. Kombonya bisa diatur oleh kita sendiri, cara mainnya pake tombol arah, ya arah.

Gerak menggunakan WASD, penggunaa item dll juga ada daerah WASD, jadi kalian udah kebayang kan gimana posisi tangan kalian saat main?

Fiturnya cukup menarik, ada kombo, mystic arte yang adalah khas Tales series.

Apa yang membuatku kesal adalah, karena kontrolnya agak sedikit susah, maklum baru pertama kali main saat tutorial agak bingung gimana kombonya.

Eh, ternyata ada semacam stamina yang membatasi kombo. Kalau stamina abis kombo kita pasti akan ter-guard oleh musuh. Jika stamina kita 3, berarti kita hanya bisa mengkombo 3 kali saja.

Tentunya bakal bertambah sesuai hit kita. Jadi tenang saja.

Ada fitur evade, ada fitur semacam awakening yang ngorbanin 1 stamina buat kekuatan, kalo Velvet ngambil buff dan ngerubah hit-nya menjadi pake tangan Gouma-nya.

Dan tiap karakter tentunya berbeda tenang saja, walaupun saya betah main pake Velvet.


Maaf aku tidak mau membahas keseluruhan ceritanya, karena walaupun ada plugin spoiler tapi aku memang tetap tidak mau memberikannya.

Kalau begitu, begitu saja buat Review Game JRPG – Tales of Berseria. Sampai jumpa lagi di Laskar Anime Indonesia ya!

Comments