Review Anime: Acchi Kocchi (Kisah Komedi yang Cukup Bagus)

74

Animers – Selamat malam untuk semua sahabat Animers. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan review kepada anime yang memiliki komedi yang begitu oke banget yakni, Acchi Kocchi.

Bagi kalian yang tidak tau, Acchi Kocchi merupakan sebuah serial manga Jepang yang dibuat oleh Ishiki yang memulai serialnya pada majalah Houbunsha’s Manga Time Kirara tahun 2006. Anime ini diadaptasi oleh AIC yang tayang di TBS April hingga Juni 2012.

Memiliki alur cerita yang menarik dan memukau dengan beberapa bumbu komedi didalamnya membuat seri ini begitu populer. Selain itu, plot twist di anime ini begitu terasa banget.

Biar kalian tidak penasaran mengenai reviewnya yuk disimak baik-baik.


Detail Anime:

Judul: あっちこっち (Acchi Kocchi)

– Judul Alternatif: Place to Place
– Tipe: TV (April 2012)
– Genre: Comedy
– Episode: 12
– Rating: Mild Violence (Animated Blood)

PV


Sinopsis:

Otonashi Io, seorang pemuda populer, baik hati, dan serba bisa, namun dalam hal menyadari perasaan Tsumiki terhadapnya, dia benar-benar buta.

Miniwa Tsumiki, seorang gadis tsundere bertubuh kecil yang tidak pernah bisa mengungkapkan perasaannya kepada Io.

Saat mereka berpindah dari satu tempat ke tempat lain bersama teman-teman mereka, Sakaki, Mayoi, dan Hime, kejadian-kejadian lucu senantiasa mengikuti pasangan menggemaskan yang tidak mampu menyatu ini.


Jalan Cerita:

Salah satu anime komedi yang paling kreatif! Penonton yang tidak terbiasa dengan Bahasa Jepang mungkin sesekali akan tertinggal bila anime ini menggunakan permainan kata dalam peribahasa atau istilah tertentu.

Seperti mengubah “necchuushou” (heatstroke) menjadi “ne, chuu shiyou” (hey, let’s kiss), tetapi sebagian besar komedinya pasti akan tetap memicu tawa pada siapa saja.

Komedi fisik dan slapsticks yang lebih sederhana, reaksi berlebihan yang tidak terduga dan mengejutkan, atau bahkan hingga dialog yang memiliki makna yang tidak langsung–variasi yang begitu kaya memastikan anime ini punya sesuatu bagi semua orang.

Ditambah lagi, anime ini mencampur variasi tersebut dengan pandai sehingga meski sebagian punchline sebenarnya terlalu sering dipakai (i.e. mimisan) komedinya satu kali pun tidak pernah terasa hambar.


Karakter:

  • Tsumiki Miniwa

adalah cewek tsundere yang suka Io. Tsumiki ini murid tercerdas di sekolah. Tubuhnya kecil berambut biru panjang.Meski tubuhnya kecil, tapi kekuatannya sangat dahsyat (terlihat di beberapa adegan ketika bersama Mayoi).

Ciri khas Tusmiki ini adalah berwajah tanpa ekspresi atau datar.

  • Io Otonashi

adalah cowok terpopuler di sekolah. Dia memiliki sifat kurang peka (karena dia tidak menyadari jika disukai Tsumiki). Nah, Io ini sering sekali memutar-putarkan barang (biasanya sih bolpen, tapi pernah kembang api) dengan tangannya.

Sering bikin baper cewek-cewek gitu dengan kata-katanya. Io ini disukai kucing, tanpa berbuat apapun kucing akan langsung mendekatinya.

  • Mayoi Katase

adalah sahabat Tsumiki dan Io. Mayoi ini bisa membuat dan memperbaiki barang-barang. Dia sering memakai jaket lab putih, bahkan saat musim panas. Mayoi ini sering bertingkah konyol, apalagi jika dipadukan dengan Sakaki.

Sayangnya, dia juga sering tertimpa kesialan saat bersama Sakaki (yah, meski itu akibat dari ulah mereka sendiri sih).

Nah, karakter Mayoi ini digambarkan tanpa mata loh (sudah aku cek di semua video hampir tidak terlihat matanya. Paling jika marah akan terlihat seperti bintang matanya).

  • Hime Haruno

adalah sahabat mereka bertiga. Hime ini tipe cewek yang langsung mimisan jika melihat atau mendengar sesuatu yang kawaii.

Di beberapa kesempatan Hime ini sering beruntung mendapat perhatian Io. Hime bersama Io dan Sakaki bekerja di kafe milik Miko Inui (kakak Sakaki Inui).

  • Sakaki Inui

adalah sahabat dari mereka berempat. Sakaki dan Mayoi ini sangat kompak menjadi troubel maker. Namun sayangnya, merek sering tertimpa kesialan karena ulah mereka sendiri.

Bahkan jika tidak bersama Mayoi, Sakaki sering terkena sial (karena ulah Mayoi), haha. Di anime ini Sakakilah yang sering terkena sial.


Art:

Lebih dari sekadar sebagai faktor pendukung, audio visual anime ini merupakan bagian yang sama penting dengan komedinya.

Mulai dari memberikan ilustrasi dalam gambar atau cara pengucapan untuk menjelaskan komedi permainan kata yang sedikit rumit, hingga animasi yang lancar dan respon ekspresif untuk menciptakan scene slapstick yang tidak terlupakan.

Semuanya terasa begitu menyatu. Desain karakter yang bergaya moe memberikannya ciri khas tersendiri, lalu dengan voice-acting yang simple namun sangat pas, anime ini mendekati kesempurnaan.


Musik:

Untung saja musik dari anime ini cukup bagus. Dengan arah sound yang cocok dengan latar cerita membuat terdapat kesesuaian didalamnya. Tentu saja itu menjadi nilai tambah dari anime ini.


Nah sahabat Animers itulah review untuk anime Acchi Kocchi. Akhir kata sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya.

10

Komedi yang kreatif, audio visual yang pas, dan kombinasi karakter yang penuh potensi--anime ini adalah sesuatu yang jarang terjadi, di mana setiap bagiannya menyatu dengan sempurna. Tidak ada yang terlalu menonjol untuk menjadikannya benar-benar kompetitif dengan anime lain, tetapi secara keseluruhan produk akhir anime ini tetap merupakan karya seni yang akan mampu memukau anda.

  • Jalan Cerita 8
  • Karakter 8
  • Art 8
  • Musik 16
Comments