Review Anime – Flying Witch (Best Anime Genre Iyashikei?)

163

Yuhuuu, lama tak berjumpa~ Kali ini saya akan me-Review Anime – Flying Witch (Best Anime Genre Iyashikei?) yang adalah anime dengan genre menyehatkan.

Pertama-tama, apa sih iyashikei tuh? Iyashikei adalah genre yang diberikan kepada sebuah anime slice of life yang mempunyai potensi menyehatkan.

Alias tenang-tenang saja, contohnya Non Non Biyori dan Aria.

Yah langsung saja, ini dia Review Anime – Flying Witch (Best Anime Genre Iyashikei?)


Information
Type: TV
Episodes: 12
Status: Finished Airing
Aired: Apr 10, 2016 to Jun 26, 2016
Premiered: Spring 2016
Broadcast: Sundays at 02:25 (JST)
Producers: VAP, Kodansha, Magic Capsule, Nippon Television Network, RAB Aomori Broadcasting, Nippon Television Music
Licensors: Sentai Filmworks
Studios: J.C.Staff
Source: Manga
Genres: Slice of Life, Comedy, Supernatural, Magic, Shounen
Duration: 23 min. per ep.
Rating: PG-13 – Teens 13 or older

Sinopsis

Kowata Makoto, seorang penyihir berusia 15 tahun dari Yokohama, pindah rumah ke tempat baru untuk menjalani latihan sebagai penyihir.

Tempat yang ia tuju adalah kota Hirosaki, prefektur Aomori, tempat tinggal keluarga dari sepupunya.

Dengan orang-orang baru di sekitarnya, Makoto menjalani kehidupan sehari-harinya sekaligus mendalami lebih jauh tentang dunia magis.


OST :

Opening Theme

“Sharanran feat. 96 Neko (シャランラン feat. 96猫)” by miwa

Ending Theme

“Nichijou no Mahou (日常の魔法)” by Makoto Kowata (Minami Shinoda) & Chinatsu Kuramoto (Eri Suzuki)

Review Penulis

Kautahu, anime dengan genre iyashikei memanglah selalu terbaik. Tentu saja iyashikei tidak terbatas pada SOL.

Ngomong-ngomong, pada episode pertama saya saat menonton anime ini sebenarnya tidak berharap banyak dan hanya menceritakan seorang penyihir di desa seperti anime buatan Ghibli dan SOL seperti Non Non Biyori.

Tapi aku tidak menyangka, ternyata benar-benar disatukan kedua itu. Di sini hal yang paling unik adalah keseharian karakternya yang benar-benar bikin adem hati.

Dari insert BGM yang selalu muncul di tiap SOL dan insert BGM-nya pun pas banget buat mendukung suasananya.

Juga tiap karakter sifatnya ringan banget, dari MC yang sifatnya ceria-ceria agak polos, si cowo yang suaranya adem banget dan nggak pernah teriak-teriak, dan si gadis loli yang keimutannya berasal dari sifatnya kekanak-kanakan layaknya anak kecil biasa.

Karakter loli kalau bukan menjual wajah memang kurang populer, tapi bagiku ini malah menjadi berdampak postiif. Lebih dari itu, jadi karakter penting juga di anime ini.

Ceritanya menenenagkan, kalem, aku sampai abis 12 episode langsung. Terus ada beberapa adegan yangmembuatku merinding, yaitu saat-saat muncul karakter fantasi yang belum pernah kulihat.

Dan itu membuatku makin suka aja ama ini anime. Ada juga yang tidak terduga, kalau ikan yang berenang di tanah pernah aku pikirkan, tapi aku nggak memikirkan jika ikan itu diberi sake dia akan menjadi lampion terbang, keren banget.

Ada banyak hal dalam sebuah anime SOL ini.

Buat soundtrack sudah kukatakan sebelumnya, insert BGM-nya best banget, buat opening enak banget, ending lumayan lah.

Grafik, nah di sini grafik kadang ada yang digambar tidak detail tapi aku tak peduli karena memang itu tidak penting.

Anime-nya digambar dengan baik, terutama menggambarkan suasana, pemandangan, dan karakter fantasi yang bisa membuat semua orang kagum!

  • Story : 9/10
  • Grafik : 9/10
  • Enjoyment : 15/10
  • Soundtrack : 10
  • Average : 10.75
  • Nilai : 9

Re-Watchability : 4/5

(5)- Di manapun, kapanpun, berapa kalipun kalian bisa menontonnya lagi.

(4)- Benar-benar pas buat ditonton lagi sampai lebih dari 3 kali

(3)- Sekali lagi boleh, 2 sampai 3 kali buat fans dari series ini.

(2)- Nonton sekali sudah cukup.

(1)- Tidak worth buat ditonton ulang, bahkan males buat nonton sampai tamat.


Itu saja buat Review Anime – Flying Witch (Best Anime Genre Iyashikei?)

Sampai jumpa lagi.

Comments